PeranKaum Awam di Gereja: Studi Kasus GSRI. December 17, 2020. Renungan. Aku, Kau, dan Batu. October 15, 2020. Terbaru. Inspirasi. Bukan Tanpa Akhir. By admin May 27, 2020. Renungan. Jarak antara Kita. By admin April 17, 2020. Inspirasi. Pelangi di Langit Jakarta. Kisah Seorang Ibu yang Hancur dan Mencari Harapan; Indigo dan Karunia
Bagi kaum ibu, pengharapan di dalam Tuhan adalah suatu pegangan untuk menjalani kehidupan. Ibu menjadi pelayan Tuhan yang bertugas untuk melayani suami ataupun anak-anaknya di rumah. Sebagai ibu, baiklah menjadikan Tuhan sebagai pengharapan di dalam hidup. Berikut ini merupakan Renungan kaum ibu tentang pengharapan yang kiranya dapat memberkati saudara. Sebelum membaca renungan tentang pengharapan untuk kaum ibu ini, alangkah baniknya saudara dapat menyiapkan hati dengan berdoa terlebih dahulu. Jadi inilah renungan kristen tentang pengharapan. Baca juga Renungan untuk suami yang menyakiti istri Renungan kristen untuk kaum ibu tentang pengharapan dapat menjadi kekuatan agar kehidupan selalu berpegang kepada kasih Allah. Oleh karena itu, berikut adalah renungan kaum ibu tentang pengharapan. Bacaan Firman Roma 525 “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” 1. Pengharapan Sebagai Suatu Proses’ Pada ayat 3-4, disebutkan bahwa pengharapan adalah hasil akhir dari sebuah proses. Urutannya adalah Kesengsaraan – ketekunan – tahan uji – pengharapan. Pengharapan bukanlah sesuatu yang diletakan di depan, bukan terjadi seketika namun melalui sebuah proses. Untuk dapat memiliki perngharapan yang tidak mengecewakan seseorang sebelumnya telah melalui kesengsaraan, kemampuan bertahan dari berbagai pergumulan hidup menimbulkan ketekunan, ketekunan tersebut masih akan diuji sehingga berbuah pengharapan. Kenapa kenyataannya banyak orang yang nyatanya kecewa akan pengharapannya ? karena dia meletakan pengharapannya di depan proses yang lain. Ketika seseorang meletakan perngharapan terlebih dahulu, pengharapan tersebut dapat mengecewakan, ketika kesengsaraan datang dan belum tahan uji, pengharapan membuahkan kekecewaan. Pengharapan sejati yang tidak mengecewakan adalah pengharapan yang tahan uji bahkan terhadap kesengsaraan. Sehingga apapun yang terjadi, pengharapan kita tidak pernah mengecewakan. 2. Berharap Kepada Tuhan Mazmur 14711 “Tuhan senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setiaNya.” Ketika kita berharap pada manusia, kekayaan, kekuatan, jabatan, dan sebagainya pengharapan kita dapat mengecewakan. Bahkan terkadang orang yang begitu kita percayai sekalipun dapat mengecewakan kita. Satu-satunya pengharapan yang tidak pernah mengecewakan adalah pengharapan kepada Tuhan. Sebab apapun yang terjadi, rancangan Tuhan bagi kita adalah rancangan damai sejahtera. Berharaplah kepada Tuhan, tekun dan tahan uji maka pengharapan kita tidak akan mengecewakan. Khotbah Kaum Ibu Tentang Pengharapan Berikut adalah judul khotbah mengenai harapan seorang ibu kepada Tuhan. Judul Tuhan Satu-satunya Harapan Hamba-Nya Mazmur 5 mengatakan “Engkaulah Tuhan, yang menjadi harapanku, yang menjadi kepercayaanku sejak semasa muda.” Saat masalah menimpa seberat apapun, masalah yang membuat diri kita menjadi putus asa, ingat untuk jangan lupakan Tuhan. Siapa lagi kita dapat menggantungkan hidup kalau tidak kepada Kristus?. Jangan pernah berharap kepada manusia, karena ia hanya tidak lebih daripada hembusan nafas Yesaya 22 Kenikmatan duniawi memang sesaat membutakan mata dan hati manusia. Saat kita dihujani kekayaan, apakah kekayaan itu dapat digunakan sebagai pengharapan untuk beribadah selain kepada Kristus? Tentu saja tidak. Tidak ada dan tak pernah ada yang dapat menggantikan pengharapan manusia kepada Tuhan, karena Ia adalah satu-satunya harapan itu. Kita tengok kisah dari Daud, dimana ia adalah raja yang sangat berkuasa tapi tetap memiliki ketakutan akan Tuhan. Daud hampir memiliki segalanya, tapi Daud selalu menaruh pengharapannya kepada Tuhan. Daud menyadari jika manusia memiliki batas ketakutan, tidak selamanya kita bisa menyelesaikan masalah sendiri tanpa ada andil dari Tuhan. Walau kita saat ini masih menganggap kuat dan sanggup untuk menyelesaikannya, tapi ingat semua ada masanya. Ketakutan yang kita rasakan ada batasnya seperti dengan kekuatan dan kekuasaan kita. Tuhanlah satu-satunya yang punya kekuasaan dan kekuatan tanpa batas atas seluruh alam semesta ini dan mahluk ciptaan-Nya. Itulah alasan mengapa kita tidak boleh hanya mengharapkan Tuhan saat keadaan sedang sulit saja. Tuhan tidak akan meningkalkan anak-Nya sendirian. Ia pasti akan melindungi dan menyertai kita sekeras apapun masalah yang dihadapi. Maka, janganlah kamu menjauhkan diri dari pada-Nya. Taruhlah hamba kaum ibu seluruhnya kepada Tuhan agar Ia memberikan jalan keluar dan kedamaian bagi hambanya yang selalu dekat kepada-Nya. Jadi itulah khotbah kaum ibu tentang pengharapan yang dapat FJA bagikan. Setelah saudara selesai membaca renungan kristen tentang pengharapan untuk kaum ibu ini, maka akhirilah dengan doa agar saudara selalu mengadalkan Tuhan dalam segala perkara yang terjadi di kehidupan saudara. Kiranya renungan kaum ibu tentang pengharapan ini dapat menjadi berkat bagi saudara sekalian. Terimakasih, Tuhan Yesus Membarkati!
RenunganPrapaskah 2020 - Minggu III: "Berkolaborasi Merawat Bumi" Ibu Pertiwi, yang menopang dan mengasuh kami, dan menumbuhkan berbagai buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rerumputan. air, udara dan pada semua bentuk kehidupan. Oleh karena itu bumi, terbebani dan hancur, termasuk kaum miskin yang paling ditinggalkan dan MenulisRenungan Pagi, Berbagi Kedamaian; Renungan "Sabar No Kesal" Sebuah Renungan tentang Nama; 1 Februari 2020 11:19 Diperbarui: 1 Februari 2020 20:03 2585 6 2 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto begitu panggilan akrab kaum milenial terhadap orang-orang yang berumur 40an tahun ke atas, untuk menyelesaikan masalah ini. Tanya
10Februari 2020 oleh Web Administrator 50 Komentar. Fenomena hijrah kaum milenial ditandai dengan perubahan cara berpakaian, gaya hidup dan perbuatan yang lebih Islami dan syari'. Apabila Anda ingin menerima renungan singkat Isa Dan Kaum Wanita setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini. Renungan Berkala Isa Dan Kaum Wanita. Footer.
28April 2020 9:12 am "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita) Apabila Anda ingin menerima renungan singkat Isa Dan Kaum Wanita setiap minggu, silakan menekan tombol di bawah ini. Renungan Berkala Isa Dan Kaum Wanita.
RenunganKhusus Era PEntakosta - Pencurahan Roh Kudus. Khotbah Tentang Pentakosta, Sebuah Perubahan Besar • iCoNaga. GRII Sydney - Roh Kudus diberikan untuk membwa kita semua melihat KEMULIAAN KRISTUS yang tersembunyi di Surga - Pdt. Agus Marjanto, M.Th (Khotbah 31 Mei 2020 - Pentakosta)"⁠ ⁠ Ringkasan khotbah selengkapnya. Naskah
BHBra itu identik dengan kaum hawa. Seorang wanita dewasa akan merasa lebih nyaman jika dia memakai bra saat ia bepergian keluar rumah. Sang wanita juga akan memilih bra yang ukurannya sesuai dengan kualitas/warna yang cocok. Mungkin tak ada yang peduli dengan pilihan kaum hawa itu. Karena bukankah ia tersembunyi di balik baju yang dikenakan?!

VeronicaDwi Purwanti September 4, 2020 at 1:26 pm. Mengikuti Yesus itu hrs mendalam dan luwes.Saya dan teman saya merasa katolik tdk melindungi kaum wanita dlm perkawinan. Bbrp Romo tdk menunjukkan pembelaan kpd kami kaum wanita yg ditinggalkan suami hny krn suami pny wanita lain atau menerima bhw surga dibawah telapak kaki ibu shg mengikuti kemauan ibunya .Awalnya kr sang ibu sgt dekat dg

Disadurdari Renungan Harian Air Hidup, edisi 31 Oktober 2020 Baca: Yeremia 17:1-18 " Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk." Yeremia 17:6. Ayat nas di atas adalah gambaran tentang keadaan orang yang hidup tidak mengandalkan Tuhan, tapi .
  • o37mlfxepl.pages.dev/112
  • o37mlfxepl.pages.dev/27
  • o37mlfxepl.pages.dev/156
  • o37mlfxepl.pages.dev/387
  • o37mlfxepl.pages.dev/409
  • o37mlfxepl.pages.dev/400
  • o37mlfxepl.pages.dev/53
  • o37mlfxepl.pages.dev/259
  • renungan kaum ibu 2020